Dibikin Mudah Malah Dikasih Mahal : Taksi Online
Ini adalah pengalamanku menggunakan taksi online. Sudah cukup sering aku menggunakan taksi online untuk bepergian di sekitaran Jabotabek. Maklum, belum punya mobil sendiri.
Suatu hari aku berkunjung ke salah satu sanak famili di Bekasi dengan keluarga kecilku. Berangkat dari rumah menuju tempat saudaraku menggunakan taksi online dengan biaya Rp. 61.000 (enam puluh satu ribu rupiah).
Tidak ada masalah dengan hal ini, namun ketika pulang, saudaraku berinisiatif mengantarkan sampai ke jalan raya. Dalam pikiran kami, kalau ke jalan raya driver taksi online akan mudah menemukan kami.
Sampailah kami di jalan besar, di depan pasar yang lumayan megah. Aku buka aplikasi taksi online kesayanganku. Betapa kagetnya ketika melihat tarifnya yang semula hanya Rp. 66.000 (dari rumah saudaraku) berubah menjadi Rp. 180.000 dalam waktu singkat. Di bawahnya ada keterangan tarif dinamis karena permintaan tinggi. Tapi seharusnya ya ga setinggi ini juga kali.
Kesal sekali pada saat itu, niatnya ingin mempermudah driver menemukan kami supaya tidak repot masuk jalan kecil, malah digetok tarif seperti ini.
Akhirnya kami berjalan beberapa langkah menjauh dari pasar, ya sekitar 200 - 300 meteran. Aku cek kembali aplikasi taksi onlineku, aku refresh order, dan ternyata, tarifnya turun menjadi Rp. 61.000 (enam puluh satu ribu rupiah)! Sama seperti tarif ketika berangkat!
Nah karena aku menjauh dari pasar, driver agak kesulitan menemukan kami. Tapi kami mendapatkan tarif yang jauh lebih murah. Ternyata niat baik kami tidak sejalan dengan sistem yang ada di taksi online. Jadi saran saya, kalau mendapati tarif taksi online mendadak mahal, coba deh menjauh dari keramaian. Entahlah ini hanya kebetulan atau bukan. Wallahu a'lam.
Comments
Post a Comment